9 Hari Tujuh Nyawa Melayang di Jalan Raya Mojokerto


Rachmad dummy editor    29 August 2017 (05:07)   LALU LINTAS
img

Angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Mojokerto cukup meningkat. Data Satlantas Polres Mojokerto menyebutkan, sejak tanggal 3 hingga 11 September 2016, tujuh nyama melayang sia-sia di jalan berstatus provinsi seperti, Mojokerto-Gempol, Pasuruan ataupun jalan Bypass, Kabupaten Mojokerto.

Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Ramadhan Nasution mengatakan, kecelakaan lalu lintas selain karena kurangnya kesadaran masyarakat saat berkendara, juga karena banyaknya kendaraan yang kian padat yang tidak diimbangi infrastruktur jalan membuat angka kecelakaan juga kian menjadi-jadi.

"Persoalan lalu lintas sebenarnya tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian saja, seperti Dinas Perhubungan dan Agkutan Jalanserta Dinas PU yang juga harus memikirkan keselamatan berkendara. Untuk itu, kita berharap pengendara harus bisa lebih bisa tertib berlalu lintas, baik berupa kelengkapan berkendara ataupun sfati-nya sendiri," ungkapnya, Selasa (13/9/2016).

Tujuannya adalah untuk menekan angka kecelakaan seminim mungkin dalam setiap harinya. Karena, lanjut Kasat Lantas, kecelakaan pasti berawal dari pelanggaran lalu lintas. Dari hasil evaluasi pihaknya, laka lantas yang terjadi di semua ruas jalan yang ada, tak lepas dari pelanggaran yang dilakukan pengedara itu sendiri.

"Kecelakaan terjadi banyak dikarenakan human error, sementara untuk infrastruktur sendiri sampai sekarang ini kami belum menangani. Seperti jalan bergelombang dan berlubang. Dengan menggandeng Dishub, Jasaraharja, Dinas PU Provinsi maupun Kabupaten, kita akan terus berbenah untuk menekan angka kecelakaan yang terjadi di jalanan," ujarnya.

Baik di jalan berstatus nasional, provinsi ataupun Kabupaten Mojokerto. Namun disadari atau tidak dengan mulusnya jalan, sebenarnya tak membuat angka laka lantas yang terjadi di wilayah Polres Mojokerto berkurang. Karena menurutnya, jalan bagus seperti apapun, marka adapun, laka lantas tetap terjadi karena laka lantas tidak hanya faktor infrastruktur saja melainkan banyak faktor.

KOMENTAR