Hidup sehat dan Bahagia di Usia Tua


Rachmad dummy editor    29 August 2017 (04:59)   OLAHRAGA
img

HIDUP SEHAT DAN BAHAGIA DI USIA TUA Suudiyah, SH, M.Pd, dari anggota PWRI Cabang Kota Mojokerto menyebutkan bahwa kenaikan angka harapan hidup di Kota Mojokerto merupakan hal yang baik, yang perlu diikuti dengan upaya mensejahterakannya. Hal tersebut disampaikan kepada reporter Palapa hari Jum’at tanggal 11 Agustus 2017 ketika suudiyah mengikuti senam , jalan sehat dan cek kesehatan dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke – 55 PWRI dan memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 72. Bertempat di Halaman depan Gelora A. Yani Kota Mojokerto. Suudiyah berpendapat penduduk yang dikategorikan sebagai lanjut usia atau adiyuswa (usia anggota PWRI) adalah penduduk yang berusia 60 tahun keatas. Tak sedikit yang berpandangan bahwa adiyuswa adalah kelompok masyarakat yang tidak lagi produkktif. Hal tersebut diikuti dengan rentannya adiyuswa menghadapi berbagai penyakit yang kemudian menjadi adyuswa sebagai beban bagi keluarga. Meningkatnya jumlah adiyuswa di sejumlah negara termasuk Indonesia umumnya dan khususnya Kota Mojokerto menuntut peran serta masyarakat dan pemerintah untuk mendorong adiyuswa tetap aktif, sehat, produktif sehingga menjadi aset ketahanan nasional. Kata Suudiyah. Melihat pentingnya hal tersebut Suudiyah, solusi hidup sehat, bahagia, dan berguna di usia tua, menuju adiyuswa sehat , aktif dan produktif kita harus beranggapan bahwa adiyuswa adalah usia yang indah. Oleh karena itu, adiyuswa perlu menjaga kesehatannya agar bisa tetap aktif seperti saat ini para anggota PWRI dan lansia di Kota Mojokerto masih ikut berpartisipasi dalam kegiatan senam dan jalan sehat. Karena itu kesehatan adiyuswa juga perlu dibangun dengan olah raga rutin. Ditambahkan oleh Suudiyah untuk mendukung kesehatan adiyuswa Pemerintah Kota Mojokerto menyediakan layanan Posyandu lansia yang saat ini juga telah tersebar di seluruh Indonesia. Lebih lanjut Suudiyah berharap agar adiyuswa termasuk anggota PWRI di Kota Mojokerto tetap sehat, aktif, mandiriri dan produktif. “ Saya sangat mengharapkan, jangan ada adiyuswa/anggota PWRI yang sakit dan menjadi miskin karena kesehatan atau membebani anak cucu. Ungkap wanita yang pernah menjabat sebagai kepala BKD dan Dinas intansi lainnya ini. Untuk itu Adiyuswa/lansia memiliki peran sentral dalam mengawal keberhasilan pembangunan negara. Demikian pula kata anggota PWRI lainnya menyatakan bahwa ketahanan nasional perlu selalu ditingkatkan dengan melibatkan seluruh kompunen bangsa, baik yang muda maupun yang tua termasuk anggota PWRI. Adapun keberhasilan pembangunan, kata Suudiyah ditunjukkan dengan meningkatnya usia harapan hidup secara signifikan. Hal tersebut harus disikapi dengan baik agar bertambahnya jumlah lansia tidak menjadi beban negara, tetapi penopang pembangunan ke depan. Oleh karena itu, pemberdayaan lansia sebagai sumber daya manusia yang sehat dan produktif perlu dilakukan” perlu ada peningkatan layanan kesehatan dan penyediaan lapangan kerja yang sesuai dengan usia lansia. Suudiyah melalui tabloid palapa ini juga mengingatkan agar para lansia / anggota PWRI / adiyuswa membatasi makanan berlemak, makanan manis, makanan yang mengandung tepungan, serta makanan peningkat asam urat. Adiyuswa lanjutnya perlu memperbanyak konsumsi buah dan sayur-sayuran segar, air putih yang cukup, batasi garam dan pilih cita rasa makanan yang netral. Selain itu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, lakukan olah raga minimal 3 hari per Minggu. Pungkasnya (Orz).

KOMENTAR