Pabrik Daur Ulang Plastik Diprotes Warga 8 Desa


Rachmad dummy editor    29 August 2017 (04:18)   LINGKUNGAN
img

Malang (beritajatim.com) - Diduga mencemari sungai dan mengeluarkan aroma kurang sedap, pabrik daur ulang plastik di Dusun Patok RT 21/ RW 08, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, membuat resah warga di 8 desa.

Ke-8 desa yang terdampak keberadaan pabrik daur ulang plastik bekas itu antara lain Desa Sukolilo,Tumpuk Renteng, Talangsuko, Desa Turen Kedok, Desa Panjer, Gedog Wetan dan Desa Tawang Rejeni. Seluruh desa yang teraliri sungai bekas pembuangan limbah di duga berasal dari pabrik daur ulang plastik bekas itu berada di Kecamatan Turen. 

“Pabrik daur ulang plastik ini baru beberapa kali saja beroperasi. Namun  aliran limbahnya langsung dirasakan oleh warga 8 desa.Kami juga sudah beri teguran kepada pihak pengelola, tetapi tidak di gubris,” ungkap salah seorang petugas UPT Dinas Pengairan Kecamatan Turen, yang meminta namanya dirahasiakan.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Desa Tumpuk Renteng, Helmiawan Khodidi. Menurutnya, sebelum pabrik itu berdiri, sebelum pabrik itu beroperasi, harusnya penuhi persyaratan. Selain Amdal juga persetujuan warga desa tetangga harusnya diminta persetujuan dulu. “Karena ini sudah meresahkan warga 8 desa, kami berharap ada  koordinasi pihak pengelola,” tegas Helmiawan, Rabu (5/7/2017).

“Kami minta pabrik pengelola daur ulang plastik itu agar menghetikan kegiatannya. Sebab warga sudah gak kuat bau limbahnya,” tambah Rosyid, salah seorang warga Kelurahan Turen. 

Pabrik daur ulang plastik diketahui baru berdiri tahun 2015. Tanah yang kini dibuat pabrik, dulunya milik Sriwati. Kemudian tanah dibeli oleh pengelola. Terkait surat ijin pendirian pabrik, pihak desa belum menerima surat tembusan. (yog/kun)

KOMENTAR