Tak Bernyawa, Wanita Berparas Anggun Dibuang di Hutan Jati


Rachmad dummy editor    29 August 2017 (03:02)   HUKRIM
img

MOJOKERTO – Temuan sesosok mayat kembali menggemparkan warga Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (8/8) sore. Betapa tidak, sesosok tubuh wanita cantik tanpa identitas ditemukan tergeletak tak bernyawa di sebuah hutan jati, tepatnya di petak 75 E RPH Kupang, BKPH Kemlagi, KPH Mojokerto. Mayat tersebut diduga merupakan hasil tindak penganiayaan yang diperkirakan belum berlangsung lama.

Kali pertama mayat ditemukan Gemper, warga Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis yang sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya, siang pukul 14.00. Saat itu, langkah kakinya yang baru menginjak tanah 50 meter dari tepi jalan raya, tiba-tiba dikejutkan dengan sesosok tubuh yang tergeletak tak berdaya di sebuah lahan persil yang dikelola Ngateman.

Mencoba mendekati, Gemper lalu menemukan fakta jika tubuh terlentang itu sudah tak bernyawa lagi. Sontak, temuan tersebut membuatnya bergegas melaporkannya ke Polsek Jetis. Dalam pengamatan polisi, sekilas, ciri-ciri mayat wanita yang tergeletak di bawah pohon jati itu memiliki tinggi badan kira-kira 155 sentimeter, berkulit kuning langsat dan mengenakan kaus berwarna pink lengkap celana jins berwarna biru.

Saat ditemukan, korban juga masih memakai perhiasan lengkap layaknya wanita biasa. Yakni, jam tangan warna hitam yang melingkar di tangan kiri, kalung, anting, serta sandal wedges berwarna hitam. Secara kasat mata, tidak ada ciri-ciri lain yang bisa digambarkan sebagai identitias khusus untuk mengenali mayat wanita yang terlihat cantik dengan make-up alis yang masih tersisa. ’’Tidak ada identitasnya. Kita hanya temukan sandal dan jam tangan yang melekat di tubuhnya. Perhiasan juga masih lengkap,’’ terang Kompol Siswoyo, Kapolsek Jetis.

Namun, rasa penasaran polisi atas kondisi mayat yang tergeletak begitu saja membuat mereka memeriksa lebih jeli lagi. Dan ternyata, dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan tanda aneh yang terletak di bagian kepala dan tengkuk korban. Di mana terdapat seperti bekas luka lebam yang masih tampak membiru. Bahkan, dari penglihatan sekilas, kondisi tubuh mayat itu masih tampak segar atau belum mengalami pembusukan.

Artinya, kematian korban diperkirakan belum berlangsung lama sejak ditemukan oleh Gemper. ’’Kondisinya sekilas masih segar, belum ada pembusukan. Masih kita dalami, apakah ada keterlibatan orang lain. Tapi untuk sementara, kita belum menerima adanya laporan orang hilang,’’ terangnya.

Akan tetapi, Siswoyo belum berani mengungkapkan hasil pemeriksaan itu sebagai tanda bukti bekas luka penganiayaan atau pembunuhan. Sebab, alat bukti yang dikumpulkan belum menunjukkan adanya keterlibatan orang lain. Siswoyo menambahkan, selain temuan seperti bekas luka, polisi juga mengamankan sebilah kayu yang tergeletak di sekitar lokasi.

Kayu tersebut ditemukan 5 meter tak jauh dari titik mayat ditemukan. Meski di dalam kayu tidak ditemukan tanda-tanda bekas luka, namun Siswoyo masih harus meneliti lagi untuk mengungkap jati diri korban. Sebab, tidak ditemukan satupun identitas yang mampu menerangkan asal muasal korban hingga bisa sampai meninggal di lokasi. ’’Tidak ada identitasnya, baik KTP, SIM, atau kartu lainnya. Kayu itu juga bukan alat bukti, tapi perlu kita amankan. Kita belum bisa menyimpulkan itu luka atau bukan, karena masih menunggu hasil visum dan otopsi tim Identifikasi Polresta Mojokerto. Jenazah kita bawa ke RSUD Kota Mojokerto,’’ pungkasnya.

KOMENTAR