CANDI PENINGGALAN KERAJAAN MAJAPAHIT


musa    21 October 2017 (02:06)   PARIWISATA
img

Di Mojokerto, Jawa Timur sebenarnya banyak candi-candi kuno warisan Kerajaan Majapahit yang mempesona, salah satunya adalah Candi Bangkal. Konon, bangunan candi ini dibuat tahan gempa yang berdiri di areal taman hijau yang cantik. Candi-candi warisan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur umumnya terbuat dari batu bata merah. Salah satunya ada di Dusun Bangkal, Desa Candiharjo , Ngoro, Mojokerto.

Candi Bangkal berada di tengah persawahan yang membentang luas dengan rerumputan sehingga menimbulkan pemandangan asri. Akses ke Candi Bangkal  sangat mudah karena dekat dengan jalan utama desa sehingga bisa dilalui kendaraan roda 4.

Candi Bangkal diperkirakan dibangun pada abad ke 13 dan 14 masehi. Berarti dapat disimpulkan bahwa memang candi bangkal merupakan salah satu kerajaan fenomenal Majapahit. Seperti candi pada umumnya Candi Bangkal memiliki pola simetris pada arsitekturnya. Candi bangkal memiliki panjang 10 m, lebar 6,25 m dan tinggi 10 m menghias area sawah di kawasan tersebut. Bentuknya yang ramping dan menjulang tinggi merupakan ciri khas di candi jawa timur. Candi Bangkal terbuat dari batu bata hanya dibeberapa bagian candi, sedangkan yang lainnya  terbuat dari andesit seperti kala makara dan 2 hiasan bunga di pintu masuk candi. Sehingga warna candi sangat mencolok yaitu warna merah bata dan hal ini juga membuat candi mudah ditemukan meskipun candi berada diantara rumah-rumah penduduk.

Candi Bangkal berpotensi sebagai objek wisata. Meski kalah populer dengan candi-candi di Trowulan, Mojokerto, namun bangunan candi ini tetap terlihat cantik dipadu dengan taman bunga yang terawat baik. Selain itu tidak ada pembayaran tiket untuk dapat mengunjungi Candi Bangkal. Disini para pengunjung sudah dapat berfoto sepuasnya dengan latar belakang candi. Namun sebenarnya kondisi fisik candi sendiri sangat memprihatinkan. Batu bata dibeberapa bagian candi mulai keropos dimakan usia sehingga terlihat terkikis, berongga atau bahkan rontok dengan sendirinya.
Dari Ngoro Maksum Oi melaporkan untuk warta ILM.

KOMENTAR