Awas, Hewan Kurban Pink Eye Dijual Bebas


Rachmad dummy editor    31 August 2017 (10:44)   KELUHAN DAN ADUAN
img

MOJOKERTO – Masyarakat Kota Mojokerto yang berencana membeli hewan kurban wajib hati-hati dan ekstrateliti. Lantaran, dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha masih banyak ditemukan penjualan hewan kurban berpenyakit seperti pink eye.

Hewan kurban yang terserang gangguan pernapasan dan mengeluarkan lendir dari dalam mulutnya itu ditemukan saat kunjungan Wali Kota Mojokerto Masud Yunus ke sebuah lapak di daerah Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Rabu (29/8).

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) sendiri juga mengaku menemukan hewan kurban berpenyakit di lapak pedagang musiman tersebut. Sejumlah kambing kurban dinyatakan terserang penyakit pink eye, gudik dan diare.

’’Selama pemeriksaan di 23 lapak pedagang, kami menemukan indikasi adanya hewan kurban berpenyakit. Kebanyakan terserang pink eye atau mata merah, penyakit gudik dan diare,’’ ungkap drh Putra dari DKPP usai mengawal wali kota sidak hewan kurban.

Untuk itu, dinas terkait itu akan mengeluarkan Surat Kesehatan Hewan (SKH) bagi pedagang yang lolos pemeriksaan. ’’Kami akan memberikan SKH bagi pedagang yang lolos seleksi dengan tidak memperjual belikan hewan kurban berpenyakit. Tujuannya adalah untuk memberi kepastian bagi konsumen,’’ tambahnya.

Sebelumnya ketika sidak, Wali Kota Masud Yunus langsung me-warning kalangan pedagang hewan kurban agar menjual hewan yang sehat dan penuhi syarat untuk dikurban. ’’Pedagang harus memperhatikan kesehatan hewan jualannya, harus ada jaminan sehat dan tidak cacat. Lantas sesuai dengan syariat, yakni berusia di atas 1 tahun. Karena korban itu ada aturannya, sehingga sah sesuai syariat,’’ tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat mengedepankan kesehatan dan kelayakan hewan kurban ketika membeli. Kendati banyak hewan dijual dengan harga murah, akan tetapi wajib diteliti dan ekstra hati-hati. ’’Konsumen jangan asal membeli. Harus teliti dan ada tanda pemeriksaan, yang sudah diperiksa oleh dokter. Belinya ditempat yang sudah diperiksa dokter,’’ himbaunya.

Untuk diketahui, total kebutuhan hewan kurban di Kota Mojokerto mencapai ribuan jumlahnya. Sebagian besar umat Islam memilih hewan kurban seperti sapi, kambing, gibas, dan kerbau. Sebelumnya, pemkot telah mendidik sejumlah kalangan terkait dengan teknik penyembelihan yang sesuai rekomendasi dinas kesehatan dan kelayakan untuk kurban.

Sidak dilakukan di sejumlah tempat penjualan hewan kurban. Itu seperti banyak bertebaran di kawasan Wates, Kedungsari, dan lainnya. Sidak bertujuan mengukur tingkat kesiapan pedagang kurban dan tren penjualan hewan kurban tiap tahunnya.

KOMENTAR